Senin, 25 Juni 2012

PEMECAHAN PROTEIN DALAM SALURAN CERNA


PROTEIN  yaitu senyawa organik dengan berat molekul tinggi. Protein merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Produk hewan yang kaya akan protein adalah telur, daging, dan susu. Bahan nabati seperti jagung, kedelai, kacang polong, dls juga protein tinggi. Apa bila kita memakan makanan yang kaya akan protain maka setelah meliwati mulut protein dalam makanan tersebut akan mengalami pemecahan yaitu dari molekul besar kemolekul yang kecil dan sederhana yang disebut monomer, agar dapat diserap oleh usus halus dan diedarkan keseluruh tubuh. 

Mulut :
 
Makanan dihaluskan oleh gerakan mengunyah sehingga terbentuk partikel makanan yang kecil dan memudahkan untuk dipecah lebih lanjut secara kimiawi. Setelah sampai kerongkongan makanan yang halus sampai di lambung.
 
Lambung :
Sesampainya dilambung makanan yang halus menerima HCl yang dikeluarkan oleh kelenjar di dinding lambung. HCl yang bersifat asam dengan PH sekitar 2 bersifat sebagai asam keras dila diteteskan di kulit atau karpet dapat membuat kulit seperti terbakar dan karpet menjadi berlubang. Adanya HCl akan membunuh mikroorganisme yang berada pada makanan serta merubah bentuk fisik makanan menjadi seperti bubur atau disebut chyme. Protein dalam makanan yang merupakan molekul besar dipecah menjadi polipeptida besar atau pepton dengan bentuk enzim pepsin yang dikeluarkan oleh lambung.
Usus halus :
Polipeptida besar dipecah lebbih lanjut menjadi oligopeptida dan berbagai peptida kecil dengan bentuk enzim-enzim yang dikeluarkan oleh pangkreas. Enzim ini yaitu trypsin, chymotripsin, carboxypeptidase A dan B. Oligopeptida dan berbagai peptida dipecah lebih lanjut menjadi tripeptida, dipeptida, dan asam-asam amino dengan bentuk enzim-enzim yang diproduksi oleh sel-sel epitel usus halus yang disebut sebagai “brush border enzymes”. Enzim-enzim ini terdiri dari aminopeptidase, carboxypeptidase, dan dipeptidase. Pencernaan secara enzimatis di saluran pencernaan diringkas dalam tabel dibawah ini.





Segmen pencernaan
Enzim yang bekerja
Perubahan yang terjadi
Lambung
Pepsin dengan adanya HCl dan PH
Protein



Usus halus



Enzim pengkreas
Polipeptida besar / pepton

Tripsin, chymotripsin, carboxypeptidase A dan
Oligopeptida dan peptida kecil

Usus halus

Enzim brush border :
aminopeptidase, carbosipeptidase, dipeptidase

Asam amino, dipeptida, tripeptida
                                                                                          
                                                                                                              Diserap

Penyerapan :

Hasil pemecahan perotein menjadi monomer yaitu asam amino serta di- dan tri-peptida, serta berbagai peptida lainnya kemudian diserap oleh sel-sel usus halus atau sel epitel usus halus atau disebut pula enterosit (sit dari kata cyto = sel, entero = usus halus). Asam amino diserap melalui transport aktif dimana setiap jenis asam amino memiliki transporter sendiri. Dipeptida dan tripeptida setelah masuk dalam sel-sel usus halus akan dipecah lebih lanjut menjadi asam amino bebas dan memasuki sistem pengangkutan melalui jalur sistem portal. Peptida yang agak besar mamasuki sel epitel (transeluler). Asam-asam amino yang dibawa oleh darah dan diedarkan kesuluruh sel-sel tubuh akan dipakai sebagai bahan baku atau precursor untuk membuat protein tubuh yang jenisnya sangat banyak.
Enzim yang diproduksi oleh lambung dan pangkreas akan dikeluarkan dalam bentuk enzim yang belum aktif atau disebut dengan istilah proenzim.  




Enzim yang diproduksi oleh lambung :





Pepsinogen                                 HCl                                         Pepsin



Enzim-enzim yang diproduksi oleh pangkreas :





Tripsinogan               Enterokinase / trypsin                           Tripsin





Chymotrypsinogen                  Trypsin                                     Chymotripsin





Procarboxypeptidase A dan B           Trypsin                         Carboxypeptidase

Keterangan: enzim-enzim yang membantu pencernaan protein diproduksi dalam bentuk belum aktif atau proenzim (dikiri panah). Masing-masing diaktifkan menjadi enzim yang aktif (dikanan panah).
Proenzim kemudian diaktifkan oleh HCl dalam hal ini dipepsinogen menjadi enzim aktif pepsin. Proenzim tripsinogen dari pangkreas diaktifkan oleh enzim brush border atau enterokinase menjadi trypsin. Enzim trypsin kemudian akan mengaktifkan proenzim yang lain menjadi enzim yang aktif. Ringkasan aktifasi proenzim menjadi enzin aktif disajikan ditabel diatas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar